PDC Luncurkan Gerakan “Tangan Kedua”, Dorong Kepedulian Sosial dan Daur Ulang Tekstil

PDC Luncurkan Gerakan “Tangan Kedua”, Dorong Kepedulian Sosial dan Daur Ulang Tekstil

Jakarta, Dutapekerjaindonesia.com – Kepedulian terhadap lingkungan dan sesama kembali ditunjukkan PT Patra Drilling Contractor (PDC) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Tangan Kedua: Setiap Jahitan, Ada Harapan.” 

Program ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mengajak pekerja berkontribusi mengurangi limbah tekstil sekaligus memperkuat nilai berbagi di tengah masyarakat.

Diluncurkan pada Februari 2026, program ini berangkat dari kesadaran sederhana bahwa pakaian yang tersimpan di lemari bukan sekadar barang lama, melainkan memiliki potensi untuk memberi manfaat baru. 

Melalui gerakan kolektif ini, seluruh perwira PDC diajak membawa pakaian bekas dari rumah ke kantor untuk kemudian dikelola secara bertanggung jawab.

Corporate Secretary PDC, Ani Aryani menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan.

“Program Tangan Kedua bukan sekadar pengumpulan pakaian, tetapi bentuk kepedulian kolektif terhadap isu lingkungan dan sosial. Kami ingin menghadirkan inovasi dalam budaya berbagi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah tekstil secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, PDC menggandeng Rumah Pilah Teratai Putih, sebuah komunitas pengelola sampah dan daur ulang berbasis di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kolaborasi ini memastikan setiap pakaian terkumpul melalui proses pemilahan, pemanfaatan ulang, hingga daur ulang, sehingga memberikan nilai tambah dari sisi sosial, lingkungan, maupun ekonomi.

Founder Rumah Pilah Teratai Putih, Chevie atau dikenal dengan Arnetta Craft menyambut positif kerjasama tersebut. Ia menilai keterlibatan sektor korporasi sangat penting dalam mendorong ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

“Setiap pakaian punya kesempatan untuk ‘hidup kembali’. Kolaborasi seperti ini sangat berarti karena mampu mengurangi limbah dari sumbernya sekaligus memberdayakan komunitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Jr. Analyst CSR & Stakeholder PDC, Harun menekankan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada partisipasi aktif para pekerja.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kontribusi kecil, seperti menyumbangkan satu atau dua pakaian, dapat memberi dampak besar jika dilakukan bersama. Harapannya, ini menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat,” jelasnya.

Pada kegiatan pengumpulan yang digelar 13 Februari 2026 di PDC Tower, tercatat sebanyak 154 potong pakaian berhasil dikumpulkan, terdiri dari kemeja, kaus, celana, jaket, hingga outer. Seluruh pakaian tersebut selanjutnya akan diproses agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Program “Tangan Kedua” menjadi bukti bahwa langkah sederhana dapat membawa perubahan besar. Dari lemari rumah, menuju ruang kerja, hingga akhirnya memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Karena pada akhirnya, kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar cukup dari satu pakaian, satu langkah kecil dan satu niat untuk peduli, hingga setiap jahitan benar-benar menghadirkan harapan baru. (rls)