SSK II Pekanbaru Proyeksikan 78 Penerbangan dan 12.531 Penumpang pada 19 Maret

Pekanbaru, Dutapekerjaindonesia.com - Pergerakan penumpang di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II diprediksi masih berada dalam tren landai pada Kamis, 19 Maret 2026. Berdasarkan data yang dirilis pihak humas bandara, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 12.531 orang dengan 78 pergerakan pesawat.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan arus mudik Lebaran melalui jalur udara di Pekanbaru belum terjadi secara signifikan. Aktivitas penerbangan masih berada pada kisaran stabil, meskipun mulai menunjukkan dinamika menjelang periode puncak.

Sehari sebelumnya, Rabu, 18 Maret 2026, pergerakan penumpang tercatat sebanyak 12.756 orang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Sementara itu, jumlah pergerakan pesawat mencapai 82 flight atau turun 2,4 persen secara tahunan.

Jika dibandingkan dengan prediksi untuk 19 Maret, jumlah penumpang diperkirakan sedikit menurun, namun tidak berbeda jauh dari capaian sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa mobilitas masyarakat melalui transportasi udara masih berada pada tahap awal dan belum memasuki fase lonjakan.

General Manager Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Achmad menyebut kondisi tersebut sebagai pola yang wajar menjelang musim mudik.

Ia menjelaskan masyarakat umumnya memilih waktu keberangkatan yang lebih dekat dengan hari raya, sehingga peningkatan signifikan belum terlihat pada pertengahan Maret.

“Pergerakan saat ini masih dalam kategori normal. Lonjakan biasanya terjadi beberapa hari menjelang puncak arus mudik,” ujar Achmad.

Pihak bandara, lanjutnya, terus memantau perkembangan trafik harian sekaligus memastikan kesiapan operasional tetap optimal, baik dari sisi pelayanan penumpang, keamanan, maupun koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait.

Dengan tren yang masih relatif stabil, Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II diperkirakan akan mulai mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari ke depan, seiring mendekatnya momen Lebaran yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat. (red)