Digitalisasi Penyeberangan Roro Bengkalis Tuai Apresiasi DPRD, Waka Hendrik : Sisterm Pelayanan Terus Meningkat
Bengkalis, Dutapekerjaindonesia.com — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Hendrik Firnanda Pangaribuan mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Bupati Kasmarni, khususnya Dinas Perhubungan, dalam menekan antrean kendaraan roda empat di penyeberangan Roro pasca Idulfitri 1447 Hijriah.
Perubahan tersebut dinilai sebagai hasil nyata dari transformasi sistem pelayanan, dari metode manual menuju digitalisasi melalui aplikasi Trips Bengkalis. Inovasi ini terbukti mampu mengurai kepadatan yang selama ini menjadi persoalan klasik setiap musim mudik dan arus balik Lebaran.
Hendrik menyebut pihaknya melakukan monitoring secara intensif terhadap aktivitas penyeberangan selama periode hari raya. Hasilnya, tidak ditemukan lagi antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Ini capaian yang patut diapresiasi. Tidak ada lagi antrean panjang kendaraan roda empat hingga ke jalan raya. Ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Hendrik, Jumat (27/3/2026).
Ia menambahkan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Bupati Bengkalis dalam menempatkan figur yang tepat di Dinas Perhubungan.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dishub, Ardiansyah sistem digitalisasi dinilai mampu diterapkan secara efektif di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
Menurut Hendrik, DPRD Bengkalis siap memberikan dukungan, termasuk dari sisi anggaran, guna meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan ke depan.
“Jika dibutuhkan penambahan anggaran demi perbaikan akses dan pelayanan, tentu DPRD akan mendukung. Ini demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung modernisasi pelayanan yang dilakukan Dishub Bengkalis. Menurutnya, sistem digital tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan ketertiban yang selama ini sulit diwujudkan.
Hendrik turut menyinggung wacana kenaikan tarif penyeberangan Roro yang sebelumnya sempat ditolak DPRD akibat buruknya pelayanan. Namun, dengan adanya peningkatan signifikan saat ini, pihaknya membuka peluang untuk kembali membahas hal tersebut.
“Dulu kenaikan tarif tidak kami setujui karena pelayanan belum maksimal. Sekarang pelayanan sudah jauh lebih baik. Ini akan kami bahas kembali bersama anggota DPRD,” ungkapnya.
Ia menambahkan tarif penyeberangan Roro Bengkalis saat ini masih tergolong murah dibandingkan daerah lain, dengan jarak tempuh sekitar 10–15 kilometer dan waktu perjalanan 45 hingga 60 menit.
Sementara itu, perubahan juga dirasakan langsung oleh masyarakat sejak penerapan sistem e-ticketing melalui aplikasi Trips pada 10 Maret 2026 di Pelabuhan Roro Air Putih–Sei Selari.
“Dulu saat pulang kampung saya harus bermalam di penyeberangan. Lebaran tahun ini alhamdulillah lancar, begitu sampai langsung masuk kapal,” ujar Astuti, warga Bengkalis yang merantau ke Palembang.
Ia menilai sistem baru membuat arus kendaraan lebih tertib, terjadwal, dan tidak lagi menimbulkan antrean panjang seperti sebelumnya.
Dengan respons positif dari masyarakat, pemerintah daerah berencana memperkuat sistem digital ini melalui kerjasama dengan pihak ketiga serta penguatan regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda).
Kini, penyeberangan Roro Bengkalis tidak lagi sekadar jalur transportasi, tetapi telah menjadi simbol perubahan menuju pelayanan yang lebih tertib, pasti dan nyaman. (red)









Tulis Komentar